Jumat, 12 November 2010

HIKMAH IDUL ADHA


Di saat kita memperingati Idul adha setiap tahun, maka pasti kita tidak akan pernah melupakan suatu peristiwa yang sungguh agung dan mulia yang dialami  oleh Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya (Nabi isma’il ), sampai –sampai peristiwa itu diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Ash-Shaffat :100-111
                Adapun hikmah atau pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa Penyembelihan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim kepada Nabi Isma’il adalah :
                1.Berkurban adalah mempersembahkan dan memberikan nikmat (yang kita senangi ) kepada orang lain ,dan sebaliknya kita tidak diperkenankan memberikan atau mempersembahkan nikmat (yang tidak kita senangi ) kepada orang lain. Bila orang kaya ingin masuk surga, maka dia tidak bisa hanya menyumbangkan uang seribu rupiah untuk pembangunan masjid,  atau untuk maslahat ummat, karena uang sebesar itu hanya sepele jika di bandingkan dengan kekayaannya yang melimpah ruah.
                 2.Ketika kita diberi nikmat oleh Allah, apakah berupa harta, jabatan, dan kepentingan anak dan keluarga sekalipun, kalau telah datang perintah Allah untuk mempesembahkan nikmat itu menurut kehendak PemilikNya (yaitu Allah SWT ) maka tidak bisa ditawar –tawar lagi. Dia harus kita persembahkan sebagai ntanda kebaktian dan kesetiaan kepada Allah  SWT dan untuk mendekatkan diri kepadaNya. karena pada hakikatnya kita ini adalah milik Allah SWT dan segala sesuatu yang melekat pada diri kita harus kembali kepada Allah SWT untuk dimintai pertanggung jawaban.di hadapan allah. (Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun) Jadi hak milik kita semua hakikatnya adalah milik allah, dan kita hanya mempunyai hak pakai, sehingga dalam memakai diri kita dan segala sesuatu yang melekat pada diri kita harus sesuai dengan kehendak Pemiliknya yakni Allah .
                Akhirnya dengan semangat yang kuat kita memperingati datangnya Idul adha atau Idul Qurban dengan upaya mengambil hikmah yang terkandung dalam peristiwa Penyembelihan nabi Isma’il oleh ayahandanya Ibrahim sebagaimana diatas maka marilah kita bersungguh-sungguh dalam meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT, mengembangkan semangat berkorban dengan segala tenaga,pikirandan harta kita sehingga dapat membendung akibat-akibat negatif dari kemajuan ilmu dan teknologo di era globalisai sekarang ini, melalui pendidikan dalam keluarga,sekolah maupun masyarakat,dan atau lewat kegiatan-kegiatan keagamaan di pondok pesantren, masjid maupun di  instansi-instansi yang peduli akan pentingnya ajaran agama.
                Sebagai penutup dari uraian hikma Idul Adha, Marilah kita gunakan nikmat Allah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah untun menjalin hablum minallah, Dan mari kita gunakan nikmat Allah ini sebagai sarana untuk menjalin hablum minan naas dengan jalan berkorban, baik dengan tenaga pikiran maupun harta kita dalam rangka mengembangkan pendidikan Islam dan ikut mendukung tegaknya perjuangan Islam, Mudah-mudahan kita tetap berada di bawah lindungan Allah SWT,Amiin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar